Sabtu, 09 Desember 2017

Hajatan Besar Bumi Sriwijaya Tahun Depan


Suatu hari di siang yang cerah, saya bertemu dengan beberapa teman yang berasal dari luar kota dan kami terlibat percakapan ringan. “Tahun depan kalian punya hajatan besar, ya?” Tanyanya membuka percakapan. Aku bingung. Loh, aku belum mau sebar undangan, pikirku. “Hajatan apa nih?”. “Ya, ASIAN GAMES”. Oh itu rupanya hajatan besar yang ia maksud. Aku pun mengiyakan. Memang tahun depan Indonesia menjadi tuan rumah ASIAN GAMES 2018, tepatnya diselenggarakan di dua kota besar yaitu Palembang dan Jakarta. Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan ASIAN GAMES. 
Persiapan dan perencanaan yang matang telah diusung oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Pembangunan LRT (Light Rail Transit) sebagai sarana transportasi yang akan digunakan perdana saat ASIAN GAMES sebentar lagi rampung. LRT ini sedang digencar pembangunannya untuk dapat selesai sebelum 18-8-2018. Ya, angka cantik ini akan menjadi tanggal pelaksanaan ASIAN GAMES pada 18 Agustus 2018. Catat baik-baik ya tanggal perhelatan hajatan besar.
Kota Palembang terus berbenah dan menjadi tuan rumah yang siap menyambut ASIAN GAMES. Ajang promosi baik langsung maupun tidak, terus diselenggarakan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENKOMINFO) sebagai bentuk edukasi dan pemberitahuan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kota Palembang. Salah satu ajang promosi itu ialah Beat The Movement #DukungBersama #ASIANGAMES #SatukanEnergiIndonesiaJuara pada hari Minggu yang lalu pada 3 Desember di depan rumah dinas walikota, Kambang Iwak Park.

Perkembangan kemajuan kota Palembang kian pesat. Kebersihan terus dijaga dan ditingkatkan demi kenyamanan dalam berkunjung dan berkeliling. Kebersihan merupakan faktor yang penting dalam penilaian pengunjung untuk mendatangi suatu tempat. Kenyamanan akan kebersihan dapat membuat mata enak memandang. Maka dari itu, mari kita jaga bersama kebersihan kota Palembang dengan cara membuang sampah di tempat yang sudah disediakan pemerintah ya. Informasi yang perlu kalian ketahui adalah tahun ini Palembang kembali mendapatkan piala Adipura atas prestasinya yang mampu menjaga setiap sudut kota untuk selalu bersih. Ini tak akan terjadi jika yang bekerja hanya pemerintah, masyarakat dan komponen lain yang membantu membuat Palembang layak menerima Adipura.

Beat The Movement
Minggu pagi, suasana riuh dan ramai sudah memenuhi lokasi. Tenda meja registrasi peserta Beat The Movement sudah penuh dengan antrian. Saya mengajak dua orang adikku menghabiskan weekend dengan mengikuti acara yang seru ini. Cukup dengan menunjukkan email masing-masing yang sudah terdaftar sebelumnya, peserta diperbolehkan masuk dan mendapatkan 1 buah T-shirt dan snack. Spesial di acara ini ialah untuk mendaftar tidak dikenakan biaya alias gratis. Siapa sih yang gak mau dateng ke acara yang asyik banget dengan biaya gratis? Hehehe.

Saat registrasi baru dibuka
Acara pertama ialah senam bersama, masyarakat dipersilahkan untuk mengatur barisan dan ruang agar cukup untuk bergerak ketika senam. Senam ini dipimpin oleh delapan instruktur yang sudah berdiri diatas panggung. Senam dimulai dari pukul enam hingga setengah delapan. Wow! Lebih dari cukup ya untuk membakar lemak dan kalori. Setelah itu disediakan lokasi foto yang kece atau photobooth untuk peserta yang ingin mengabadikan kenangan. Bisa difoto oleh kameramen yang tersedia dan dicetak langsung, gratis lagi. Asyik kan?
Panitia membagikan balon warna-warni kepada seluruh peserta untuk peresmian acara Beat The Movement. Dipandu oleh MC keren (Irgi Fahrezi, Tiffany Raytama dan Dipha Barus) memimpin diatas panggung bersama Walikota Palembang, Direktur INASGOC, dan pejabat penting lainnya untuk menerbangkan balon bersama. Anak-anak suka sekali mendapatkan balon sampai-sampai tak mau menerbangkannya bersama.
Rangkaian acara berikutnya ialah karnaval dari beberapa komunitas seperti  Lelarian Sana-sini, Palembang Runners, Violicious Palembang, Kompasiana Palembang, Karnaval Palembang, dan Komunitas Hafizh On The Street. Komunitas ini menampilkan berbagai pakaian komunitasnya dengan ciri khas masing-masing. Yang menarik ialah penampilan anak-anak kecil yang menunjukkan hafalan Al-Fatihah didepan khalayak umum dengan gerakan yang menarik dan berani tampil. Kemudian, peserta diajak untuk dance yang dipimpin oleh tiga wanita cantik berbaju putih. Namun sebelum itu, pesera dilatih dahulu gerakan dasarnya. Saya pun ikut nimbrung dan kami dance bersama hingga berkeringat lagi.

 
Berbagai komunitas yang ikut berpartisipasi

Selanjutnya, peserta ditantang untuk mengikuti lomba memungut sampah dalam bentuk kelompok atau tim. Saya diajak oleh teman baru untuk ikut membantu memungut sampah. Kami diberikan waktu hanya 15 menit untuk mengambil sampah di sekitar lokasi dan diletakkan di kantong plastik besar berwarna hitam. Tim yang paling berat sampahnya ialah pemenangnya. Sayang kelompok kami hanya berhasil mendapatkan sampah setengah dari kantong tersebut, tapi tetep dapet penghargaan dan hadiah. Yeay!
Saya dan tim bersiap mengikuti lomba memungut sampah dengan semangat 
 Foto bersama MC hits Irgi Fahrezi
Hiburan selanjutnya ialah penampilan vokalis solo bergitar yang masih muda dan ganteng. Ia mampu mengambil pusat perhatian anak-anak muda lainnya untuk tidak berkedip dan berteriak memanggil namanya. Ia adalah Aras Buana. Ia menyanyikan beberapa lagunya dan menghipnotis para peserta dari kaum muda. Lalu ada DJ hits dan penyanyinya yang tergabung dalam Midnight Quickie. Mereka  menampilkan aksi DJ dan dikompilasi dengan lagu yang ciamik dan enak banget untuk didengar. Beberapa peserta bahkan berjoget asyik ria menikmati alunan musik.

Terakhir ialah komunitas blogger Palembang dipanggil oleh MC untuk tampil diatas panggung. Tampil bukan untuk menyanyi atau adu bakat lainnya ya. Kami ditanya-tanya tentang komunitas blogger dan obrolan ringan lainnya. Waktu menunjukkan pukul sebelas siang dan acara pun akan usai. Setelah memilih komunitas mana yang tampil terbaik di ajang karnaval dan MC undur diri dari hadapan semua peserta. Pesan penutup MC sebelum pamit ialah terus dukung bersama ASIAN GAMES 2018 dan buat Indonesia menjadi juara dengan satukan energi. Apalagi kita sebagai anak muda yang masih punya banyak energi untuk dapat menyalurkan energi positif demi menyukseskan hajatan besar kita, ASIAN GAMES 18-8-2018


Selasa, 05 Desember 2017

Saya Berani Saya Sehat

“Mengidap penyakit bukanlah sebuah kesalahan. Memiliki penyakit kronis bukanlah paksaan. ODHA memiliki hak yang sama. ODHA bisa bermimpi. ODHA mempunyai kesempatan yang sama dengan kita.”

Bagi masyarakat awam, mungkin mendengar kata ODHA masih asing di telinga mereka. ODHA ialah singkatan dari Orang Dengan HID/AIDS. ODHA merupakan penyebutan bagi orang-orang yang menderita dan mengidap penyakit HIV atau AIDS. HIV (Human Immunodeficiency Virus) ialah virus yang bisa menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang kekebalan tubuh manusia. Kasus penyakit HIV di Indonesia ditemukan kurang lebih 110 kasus per hari, 40.000-an kasus per tahun ddengan total kasus 242.699 sapai dengan bulan Maret 2017. Angka ini diharapkan tidak bertambah setiap tahunnya, harapannya semakin berkurang.
Tahun lalu, moto program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ialah Three Zero (Tiga Nol) yaitu:
  1. Tidak ada kasus HIV/AIDS baru 
  2. Tidak ada kematian karena HIV/AIDS 
  3. Tidak ada diskriminasi terhadap ODHA
Bagaimana ya orang bisa mengidap penyakit AIDS ini?

Teman-teman, ada banyak cara penularan HIV/AIDS ini. Untuk mengetahui info selengkapnya bisa dibaca disini (Serba Serbi HIV AIDS). HIV dapat menular melalui transfusi darah yang mengandung HIV, jarum suntik yang tidaks teril, dan saat kehamilan, mengandung dan menyusui pada ibu hamil. Namun jangan salah kaprah, HIV tidak dapat menular melalui gigitan nyamuk, air ludah atau air liur, memakai kamar mandi yang sama, kontak fisik seperti berpelukan, bersalaman, dll. Berdasarkan data rasio, laki-laki lebih banyak terinfeksi ODHA dibanding dengan perempuan dengan rasio terbesar AIDS 4:1.

Bisakah kita mengetahui dan memastikan diri kita apakah mengidap penyakit AIDS atau tidak?

Tentu bisa, caranya dengan VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau yang sering dikenal dengan tes HIV. Tes HIV ini bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang beresiko saja, sebagai bentuk preventif diri terhadap berbagai penyakit kronis, kita bisa menguji keberanian kita untuk mengetahui apakah kita mengidap penyakit AIDS atau tidak. Sebelum melakukan tes, kita kudu konseling dulu dengan pemeriksa. Konselingnya berupa pengisian data diri dan keluarga, riwayat penyakit, dll. Lalu akan dicek tekanan darah dan diambil sedikit darah dari salah satu jari kita. Mudah kan? Beberapa puskesmas dan rumah sakit di Sumatera Selatan sudah dapat melayani dan melakukan tes HIV ini. Tahukah kamu? Kota Palembang merupakan kota terbesar di Sumsel yang mengidap ODHA dibanding 17 kabupaten/kota lainnya. Dari total 110 kasus ODHA, 65 kasus ada di Kota Palembang.
Para Blogger sedang VCT di The Excelton Hotel

Apa yang dilakukan jika kita positif HIV/AIDS?

Alhamdulillah berkat kecanggihan teknologi dan kemajuan dunia kedokteran, sekarang sudah ada terapi bagi ODHA yang disebut dengan terapi ARV. ARV (antiretroviral) ialah terapi yang dijalankan bagi penderita ODHA dengan mengonsumsi obat dalam bentuk tablet dua kali sehari (pagi dan malam). ARV ini bukanlah obat untuk menyembuhkan dan menghilangkan penyakit HIV, namun untuk menghambat pertumbuhan virus HIV dalam tubuh yang merusak sistem kekebalan tubuh. So, jangan takut dan cemas jika positif ODHA, angka harapan hidup ODHA bisa lebih panjang, bertahun-tahun dan dapat beraktivitas normal seperti orang yang tidak mengidap penyakit AIDS. Banyak ODHA yang pergi bekerja, ke kantor, berpergian, jalan-jalan dan melakukan aktivitas rumah.

Pengalaman menarik yang saya alami pada Senin lalu yaitu bertemu dengan ODHA di The Excelton Hotel Palembang. Seorang ibu alias emak-emak (hehe) berdiri di hadapan teman-teman blogger Palembang bernama Ayu Oktariani merupakan ODHA. Awalnya saya tak percaya bahwa beliau adalah ODHA karena tidak tercermin dalam penampilan fisiknya. Mba Ayu ini sehat, berdiri dengan tegap dan santai, tidak lemah dan tidak kurus seperti bayangan kita terhadap orang yang menderita penyakit AIDS. Di hadapan kami semua ia bercerita tentang pengalaman hidupnya, kisah bagaimana ia down, lalu bangkit dan menghadapi penyakit AIDS serta obrolan tentang bagaimana ia dapat menjalani program hamil walau pengidap HIV. Ia menjalani Pencegahan Penularan HIV dari Ibu dan Anak (PPIA) yang sudah diimplementasikan di Indonesia dan dunia. Jadi, ibu yang mengidap penyakit HIV dapat memiliki bayi yang tidak mengidap penyakit HIV. Kemudian ia mengandung anaknya dan melahirkan bayi. Bayinya terlahir sehat. Sayang, hanya bertahan 40 jam dan meninggal dunia karena penyakit paru-paru, namun bukan karena HIV ya.
Berfoto bersama Mba Ayu Oktariani, pengidap ODHA yang memotivasi teman-teman blogger

Saya Berani Saya Sehat

Saya Berani Saya Sehat merupakan slogan Kemenkes untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk memberanikan diri tes HIV. Jika kita berani dan tahu bahwa tidak mengidap penyakit AIDS, maka kita sehat.
Ditulis dalam rangka memperingati Hari AIDS se-dunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

Rabu, 29 November 2017

Musyawarah (hadits)

 بسم الله الرحمن الرحيم

قال طلحة بن عبيد الله رضي الله عنه : [[ لا تشاور بخيلا في صلة ولا جبانا في حرب ولا شابا في جارية  ]]       (مكارم الأخلاق ١\٢٥٢-)

"Janganlah engkau mengajak musyawarah orang yang pelit dalam urusan silaturrahmi, dan orang yang pengecut dalam perang , dan orang yang masih muda atau lajang dalam urusan wanita"

الفوائد :Faidah :

🏻١. لاتشاور بخيلا في صلة
Jangan bermusyawarah dengan orang yang pelit dalam bersilaturahmi.

🏻٢. الأمر بحفظ صلة الرحم
Perintah untuk tetap menjaga Silaturrahmi.

🏻٣. لاتشاور جبانا
Jangan bermusyawarah dengan orang-orang yang pengecut.

🏻٤. لاتشاور شابا لأنه يتبع اله‍وى
Jangan bermusyawarah dengan orang yang masih muda, karena biasa orang yang masih muda itu masih mengikuti hawa nafsu.

🏻٥. جواز المشاورة بالشباب إذا كان معه العلم
Boleh bermusyawarah dengan orang yang masih muda kalau memang dia berilmu, atau sudah mempunyai 'ilmu.

Sumber: grup WhatsApp Diskusi Putri Babel
                 

Rabu, 22 November 2017

Ini Dia Serunya Flash Blogging by KOMINFO di Novotel Palembang

Palembang menyuguhkan pesona tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kota ini. Tak hanya jembatan Ampera dan sungai Musi yang memikat hati, Jakabaring Sport City yang merupakan arena olahraga terbesar di Provinsi Sumatera Selatan bahkan di pulau Sumatera menjadi tujuan kamu buat jalan-jalan di kota Palembang. Berdasarkan informasi di media online, spanduk yang dipasang dipinggir jalan, banner di pusat kota, iklan di televisi dan media cetak menyebutkan bahwa Palembang dan Jakarta akan menjadi tuan rumah ASIAN GAMES 2018. Yap! Tahun depan nih kawan-kawan. Jadi, pemerintah pusat dan daerah sedang mempersiapkan untuk kegiatan tersebut agar berjalan dengan sukses dan lancar.

Flash Blogging

Tahukah kamu bahwa hari ini, 23 November 2017 bertempat di Novotel Palembang sedang diadakan acara Flash Blogging yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO). Acara ini dihadiri Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Ibu Niken Widiastuti yang menjelaskan tentang SAIK (Sinergi Aksi Informasi Komunikasi) kepada para blogger yang ada di Palembang. Beliau menjelaskan kegiatan ini bertujuan mempertemukan para stakeholder KOMINFO se-Indonesia untuk diskusi dan membahas informasi, khususnya nanti untuk ASIAN GAMES 2018.
Ibu Niken Widiastuti sedang menyampaikan sambutan

Senang sekali rasanya saya dapat berada disini untuk mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat menambah cangkupan tentang dunia blog. Bapak Bambang Subrianto (INASGOC) dalam tema "Indonesia Menghadapi ASIAN GAMES 2018" dalam paparannya mengatakan bahwa ada total 42 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan oleh para atlet pada ASIAN GAMES 2018, denagn rincian 12 cabang olahraga di Palembang, 4 cabang olahraga di Jawa Barat, dan 24 cabang olahraga di Jakarta.

Menurutnya, ASIAN GAMES ini merupakan kegiatan (event) 4 tahun sekali dan merupakan kegiatan besar yang dapat menguntungkan kota Palembang sebagai ajang promosi wisata, budaya dan kuliner. Dalam persiapannya, Jakabaring Sport City terdapat International Zone dengan pembagian zona A dan zona B untuk tempat menginap dan bertanding para atlit dan pelatih. Ruang besar untuk makan, gedung pertemuan, pusat penyambutan atlit dan pelatih yang ada di JSC memiliki jarak yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, paling jauh 600 meter.

Nah, bagi masyarakat Palembang yang ingin masuk, nonton dan melihat serunya jalan pertandingan cabang olahraga seperti sepak takraw, bowling, tenis, olahraga panjat tebing, triathlon, voli pantai, skateboard dan sepakbola putri yang diadakan di JSC dapat menaiki kendaraan yang tersedia. Masyarakat tidak bisa membawa kendaraan dengan emisi gas ke dalam wilayah pertandingan olahraga karena harus menggunakan mobil golf dan bis berbasis eco-green. Gimana? Seru kan?

"Sudut Istana" ialah tema dari penyampaian dari narasumber berikutnya yaitu Bapak Handoko dari Tim Komunikasi Presiden (TKP). Ia menyatakan bahwa visi presiden kita, Bapak Joko Widodo dalam tahun pertama ingin membentuk pondasi, penguatan dasar jalannya ranah pemerintahan. Lalu pada tahun kedua Beliau memimpin ialah percepatan. Indonesia telah merdeka 72 tahun namun masih sebagai negara berkembang, Indonesia harus maju dengan cepat, maka Bapak Jokowi menginginkan percepatan, utamanya di bidang infrastruktur. Suguhan materi dari Bapak Handoko ini sangat menarik karena menampilkan 3 video mengenai apa yang dilakukan oleh Presiden,  pasukan pengamanan presiden, dan cerita tentang masyarakat di Papua. Ini mengingatkan dan menyadari kita bahwa Indonesia sungguh luas.
Bapak Handoko, akrab dipanggil Cik Doko aktraktif kepada audiens

Enda Nasution, seorang yang sangat aktif di dunia blogger dan pencetus gerakan BijakBersosmed ini dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia. Beliau merupakan narasumber ketiga yang menyampaikan tentang "Menulis Kreatif di Blog". Kiat-kiat dan cara-cara menulis yang dapat dibagikan (repost) oleh pembaca di internet diberikan kepada para blogger di Palembang. Ia juga menuturkan sejarah terbentuknya weblog, kisah tentang penulis blog di Indonesia pada tahun 2000-an hingga passion para blogger di Indonesia jaman now. Hebat bukan? Selain itu, para blogger di Palembang diajak berikrar untuk mencegah dan menghindari konten negatif, berita bohong (hoax) dan hate speech yang beredar luas kini di dunia maya. 

Acara ini sungguh sangat sayang kalau dilewatkan, dapat menambah ilmu dan wawasan tentang dunia kepenulisan, dunia blog dan tentang kehidupan pemimpin negeri ini. Juga, dapat foto bareng narasumber buat kita tambah kece, keren dan bisa upload di media sosial hehe.
Selfie bersama jajaran KOMINFO dan para blogger #cobacariakudimana 😂