Senin, 04 Juni 2018

Kesabaran

Berapa kali kalimat yang dibaca
Untaian kata dilihat
Belumlah paham?
Makna untuk bersabar
Arti dari menunggu dengan takzim
Padahal diri ini kurang sabar
Dilatih lagi untuk lebih sabar
Makin sabar
Banyakin sabar
Dikit lagi
Akhirnya malam ini
Disana memberi kabar

Selasa, 22 Mei 2018

Keseruan HIJUP Bloggers Meet Up X SOFTEX Daun Sirih

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabaraktuh
Apa kabarnya nih cantik dan salihat?
Semoga dalam keadaan yang semakin membaik ya hari ke hari. Kali ini saya akan membagikan manfaat dari daun sirih dan aplikasinya dalam kehidupan jaman now. Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu, penulis berkesempatan hadir dalam HIJUP Bloggers Meet Up X SOFTEX Daun Sirih di Kuto Besak Theater Restaurant. Sudah pada ngga sabar yak pengen tahu ceritanya? Oke langsung saja.
Daun Sirih 

Daun sirih merupakan tanaman yang sangat akrab dalam kehidupan kita karena ia dapat tumbuh dengan mudah dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Sirih yang biasa didengar di telinga kita merupakan tanaman menjalar dan memiliki aroma yang khas. Anak kecil dan masyarakat awam dapat mengenali daun sirih dengan mudah yaitu dengan bentuk daun yang menyerupai hati dengan permukaan atas yang licin, sedangkan permukaan bawah daun sedikit kasar. Jika daun sirih diremuk, maka ia akan mengeluarkan bau yang khas jika dicium.
Sumber: deherba.com

Daun sirih sering digunakan untuk menyirih (memakan daun sirih dengan dicampur bahan-bahan lain) oleh nenek dan nenek moyang kita. Selain itu, sirih sering diambil daunnya untuk pengobatan berbagai penyakit seperti batuk, asma dan radang tenggorokan.

Manfaat Daun Sirih

Daun sirih ini memiliki banyak khasiat dalam segi kesehatan apalagi buat kita para kaum Hawa. Berikut beberapa manfaat daun sirih yang memang sudah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dikutip dari daunbuah.com :
1. Menyegarkan napas dan mengobati peradangan
2. Mengatasi diare, mengobati koreng dan gatal-gatal
3. Mengobati jerawat dan menghilangkan bau badan
4. Menyembuhkan asma dan mencegah bau mulut
5. Mengatasi dan mengobati keputihan

Dari berbagai manfaat itulah, sebuah perusahaan pembalut berinisiatif membuat produk yang aman dan nyaman digunakan oleh wanita. Selama ini kita mengeluhkan penggunaan pembalut yang tebal dan risih digunakan karena menimbulkan bau yang tidak sedap. Dari situ hadirlah produk unggulan SOFTEX Daun Sirih yang terbuat dari daun sirih alami. SOFTEX Daun Sirih ini memiliki pH yang aman sehingga bakteri yang timbul pada saat kita haid atau menstruasi tidak tumbuh dan berkembang biak sehingga aman untuk digunakan. 
 
Sumber: Dokumentasi Pribadi
 
SOFTEX Daun Sirih ini memiliki aroma yang khas karena dibuat dari daun sirih. Pengalaman penulis telah memakai SOFTEX Daun Sirih ini selama 2 bulan adalah nyaman, memiliki harum daun sirih, tidak gatal digunakan dan kering alias tidak becek. Khasiat lain dari SOFTEX Daun Sirih ini yaitu dapat mencegah keputihan dan dapat menjadi antiseptik alami bagi organ kelamin wanita nih. SOFTEX Daun Sirih dapat mencegah pertumbuhan jamur dan biang keringat yang timbul selama menstruasi sehingga tidak membuat risih saat digunakan, terutama buat kelamin wanita untuk yang sensitif. #BersihSehatBebasWorry

Sebelum siap diedarkan dan dijual ke pasaran, SOFTEX Daun Sirih ini telah teruji secara klinis (hypoallergenic) di lembaga penelitian Australia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tahukah kamu nih girls? 9 dari 10 wanita mengakui SOFTEX Daun Sirih menyerap 1 detik, permukaan kering, mengurangi bau haid. Do you know? Selain pembalut, SOFTEX Daun Sirih ini juga ada pantyliner nya juga. So, yuks mulai dari sekarang kita pakai  SOFTEX Daun Sirih!

Itu adalah ulasan penulis tentang pemakaian SOFTEX Daun Sirih beserta khasiatnya. Jika ada pembalut yang menggunakan bahan alami, kenapa harus pilih yang lain, ya gak?
Beli dimana sih? Kayaknya susah deh. Eits, tunggu dulu. SOFTEX Daun Sirih ini sudah ada sejak tahun lalu, loh! Belinya di minimarket terdekat dengan harga yang terjangkau, kadang suka ada bonus nya juga jika beli yang varian 36 cm.Maklum jiwa emak-emak hehe

 Sumber: Dokumentasi Pribadi
  Sumber: Dokumentasi Pribadi
Sumber: Dokumentasi Pribadi
 
 Gimana cantik, menarik kan acaranya? Seru sekaligus dapat pengetahuan baru tentang produk wanita. Bagi kamu ynag ingin mendapatkan voucher dalam pembelian hijab dan outfit muslimah di hijab.com bisa kamu dapatkan disini ya
https://www.hijup.com/id/?utm_source=blogger&utm_medium=AmaliaNinaPurwari
Sekian dulu dari saya, sampai jumpa di postingan berikutnya. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 01 Mei 2018

Pengalaman Pertama Naik Kapal Ferry

Setiap diri dari kita pastilah pernah melakukan suatu perjalanan, baik itu dalam jarak yang dekat maupun jauh. Baik dilakukan dengan sendiri atau beramai-ramai. Setiap dari perjalanan itu memiliki suka dan duka masing-masing. Aku, sejak dilahirkan hingga kini menginjak usia dewasa, sudah beberapa kali melakukan perjalanan. 

Enam tahun yang lalu, saat masa-masa kegalauan dan penuh ketidakpastian. Senja itu, aku duduk didepan seperangkat komputer di sebuah warnet, hendak mengecek pengumuman SNMPTN. Pukul lima sore katanya sudah bisa diakses, jadilah aku memasukkan nomor pendaftaran dan kabar bahagia itu datang. Aku diterima di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia dengan jalur beasiswa. Tidak di kota aku dibesarkan, melainkan di pulau seberang. Bukan. Bukan pulau Jawa! Melainkan pulau yang kaya dan terkenal penghasilan sumber daya alamnya berupa timah. Itu adalah pulau Bangka Belitung.

Berbekal pengumuman dan sejumlah berkas persyaratan yang dibutuhkan, sebulan kemudian, aku dan bapak melakukan perjalanan jauh pertama kali dalam hidupku. Menyeberang laut menuju pulau seberang, menaiki kapal ferry dari Pelabuhan Tangga Buntung Palembang. Aku tak pernah naik kapal laut sebelumnya dan itu jadi pengalaman pertama yang berkesan buatku. Sungguh! Aku bahagia dapat menghabiskan waktu bersama bapak hanya berdua saja diatas kapal ferry dan melakukan perjalanan bersamanya. Bapak sangat jarang berada di rumah, ia dapat meninggalkan rumah bermalam-malam karena pekerjaannya. Bapak adalah seorang sopir mobil truk dan sering berpergian ke luar kota. 

Sebelum berangkat, bapak mencari-cari informasi tentang jadwal keberangkatan ASDP Indonesia Ferry, nama-nama kapal yang berangkat ke Pulau Bangka, cara sampai ke pelabuhan, harga tiket kapal ferry, lama perjalanan, dan segala macam lainnya. Setelah pakaian selesai dikemas, maka hari rabu siang kami berangkat. Aku dan bapak makan siang di pelabuhan. Menaiki kapal pukul 12.00 WIB dan perlu menunggu kurang lebih selama satu jam untuk memasukkan kendaraan kedalam kapal ferry yang juga ikut menyeberang, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Kami berangkat dari Palembang menuju Pulau Bangka. Aku dan bapak duduk di kursi nomor dua dari depan sebelah kanan. Kapal yang kami naiki ini memiliki ruang untuk penumpang dengan fasilitas AC dan kipas angin didalamnya. Juga terdapat televisi ukuran besar untuk menonton film yang sedang diputar. Aku menoleh sekeliling, semua kursi terisi penuh. Ada keluarga yang juga akan menyeberang, bapak-bapak berseragam TNI, kumpulan anak muda, para pekerja, sopir mobil truk pengantar barang dan penumpang lainnya. Kata bapak, perjalanan yang akan kami tempuh kurang lebih selama 14 jam. 

Dahulu kapal ASDP Indonesia Ferry harus berjalan menyusuri Sungai Musi terlebih dahulu kemudian berjalan diatas laut. Bapak menyebutkan saat kapal besar ini berjalan diatas Sungai Musi, kecepatannya tidak boleh terlalu penuh dan cepat. ”Kenapa pak? Jadinya ‘kan lama sampainya.” Tanyaku sedikit sebal dan penasaran. “Supaya kapal-kapal kecil diatas Sungai Musi ini tidak terbalik, tidak tergoncang dan tidak oleng terkena hentaman riakan air sungai. Juga ada kapal dengan muatan batu bara yang sering lalu lalang di Sungai Musi ini. Nanti lihat saja kalau sudah lewat dari sungai ini, kecepatan kapal ferry akan bertambah.” Aku ber-oh dan mengiyakan jawaban Bapak dalam hati.

Ruangan ini membuat nyaman karena memiliki kursi busa yang besar, bisa untuk tidur selama dalam perjalanan. Namun, Bapak bosan terlalu lama di ruangan ber-AC dan berkata ia akan keluar. Rupanya bapak hendak merokok dan ia naik keatas dek atau tempat berkumpul dalam keadaan gawat. Lalu bapak kembali dan aku juga ingin berjalan diatas kapal ini. Aku diajak bapak keatas dek menaiki tangga besi dan ku perhatikan luas juga bagian atas kapal ini. Beberapa penumpang ada yang mengobrol, merokok, makan mie dan ada juga menikmati pemandangan dari atas kapal, aku pun begitu. Kami bisa melihat pemandangan dari atas kapal, terlihat hamparan air dari sungai musi dan pemandangan rumah penduduk di sisi kiri dan kanan sungai. Juga hutan-hutan bakau yang menandakan bahwa kami akan segera memasuki air laut.

Petang tiba dan malam hari akan datang. Udara jadi terasa sangat dingin. Kemudian kami kembali kebawah dan solat di mushola yang disediakan. Setelah itu, kami makan malam diatas kapal, baru kali ini aku makan diatas kapal dan rasanya mengasyikkan karena terdengar air beriak dibawah dan ditemani putaran lagu-lagu lawas yang enak didengar.
“Sampai jam berapa, pak?” Tanyaku penasaran. Bapak menjawab mungkin tengah malam, tetapi pastinya tidak tahu. Bapak menyuruhku tidur dan kalau sudah mau sampai akan dibangunkan. Aku pun terlelap tidur.

Suara penumpang yang berisik dan pemberitahuan melalui sumber suara kapal bahwa kapal akan segera tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok membuatku terbangun. Kami pun bersiap-siap. Kapal merapat anggun di dermaga, ku lihat waktu di jam tanganku, hampir pukul dua pagi. Akhirnya kami akan tiba di pulau tujuan. Keadaan pelabuhan tidak dapat terlihat dengan jelas karena suasananya gelap, lampu dipasang hanya di dermaga untuk membantu para kru kapal memasang dan mengikatkan tali tambang kapal ferry.  Aku dan bapak turun perlahan dan hati-hati.

Tiba-tiba, datang seorang bapak berompi biru berbicara dalam bahasa Indonesia menawarkan bantuan untuk mengangkat barang bawaan kami, namun bapak memegang prinsip tidak usah merepotkan orang lain jika masih bisa dilakukan sendiri. Namun, bapak itu dengan tersenyum ramah dan masih ingin menawarkan bantuan kepada kami. Lalu tas yang dibawa bapakku dibawa oleh bapak itu hingga ke mobil bus yang akan membawa kami ke perjalanan berikutnya. Rupanya bapak berompi biru itu tidak meminta uang kepada bapak. Aku heran dan bapak jadi tidak enak hati, maka bapak berinisiatif memberikan sedikit uang sebagai jasa telah dibantu. Uniknya bapak itu menolak, dia berkata “tidak usah” karena ia tulus ikhlas membantu. Ajaib. Jarang sekali sekarang ini ada orang yang menolak diberikan uang. Beberapa kali bapak sedikit memaksa menyerahkan uang itu, namun bapak itu juga berulang kali berucap “tidak usah”. Jadilah kami ditolong oleh bapak berhati mulia itu. Sepanjang jalan perjalanan menuju Kota Pangkalpinang, bapak bercerita dengan penumpang bus lainnya dan salut terhadap keramah-tamahan penduduk asli pulau Bangka. Itu juga aku rasakan selama hampir lima tahun berada di Pulau Bangka, mereka memang orang-orang yang baik hati, suka menolong dan ramah terhadap siapapun. Hal itu merupakan pelajaran yang berharga yang belum tentu aku dapatkan selama di Palembang.

Sekarang perjalanan menaiki ASDP Indonesia Ferry tidak perlu menempuh waktu lama, sejak tahun 2015 pemerintah sudah membuat pelabuhan baru di Kabupaten Banyuasin, pelabuhan itu berjarak 65 km dari simpang empat bandara dan dapat ditempuh kurang lebih selama 1,5 jam dari pusat kota Palembang. Pelabuhan Tanjung Siapi-api ini satu arah menuju Sungsang dan jalanannya sudah semakin baik. Kapal erry hanya menempuh perjalanan sekitar 3-4 jam saja dari pelabuhan ini menuju pelabuhan Muntok. Sangat jauh berbeda waktunya ketika berangkat dari Pelabuhan Tangga Buntung ya?

Aku bersyukur dapat menempuh pendidikan tinggi di Pulau Bangka. Aku menemukan banyak teman baru saat perjalanan pulang kampung atau kembali ke perantauan menaiki kapal ferry. Berbagai macam kapal ASDP Indonesia Ferry telah aku naiki selama bolak-balik Palembang-Bangka, mulai dari yang ukuran kecil hingga ukuran besar. Setiap hari kapal ferry berangkat pertama kali pukul 9 pagi dan selang dua jam selanjutnya akan selalu ada kapal laut yang berangkat. Hingga aku dan teman-teman yang berasal dari Sumatera Selatan tergabung dalam suatu grup yang update tentang jadwal kapal dan arus mudik ketika musim liburan dan lebaran. Kami juga kenal salah satu karyawan yang jika kami hubungi via telepon pasti diangkat untuk menanyakan jadwal keberangkatan kapal ferry.

KMP Satya Kencana, Menumbing Raya, Dharma Kartika, Adhi Swadharma, Permata Lestari, Dharma Sentosa, Kayong Utara adalah nama-nama kapal ferry yang melayani penyeberangan Palembang-Bangka dan sebaliknya. Teman-teman bisa juga melihat berbagai jenis kapal ferry lainnya dengan membuka website http://www.indonesiaferry.co.id. Cerita #AsyiknyaNaikFerry ini tak akan aku simpan sendiri dan menjadi kenangan pribadi. Setiap ada sahabat atau keluarga yang hendak menyeberang menggunakan jasa kapal ferry, aku akan arahkan dan kasih informasi sejelas-jelasnya. Juga teman-teman yang ingin membawa kendaraan baik mobil atau motor dan menanyakan harga karcis atau apa saja yang perlu dipersiapkan, ku beritahu kepada mereka karena pengalaman yang berharga ini patut dibagikan ke orang lain yang membutuhkan.
Berikut beberapa tangkapan gambar selama melakukan perjalanan menggunakan ASDP Indonesia Ferry

Gambar 1. Karcis perjalanan roda dua menggunakan kapal ferry Palembang-Bangka

 Gambar 2. Tampak suasana dermaga Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka
 Gambar 3. Keluarga besar berfoto bersama ketika ingin berkunjung ke Bangka
 Gambar 4. Mamak sedang menikmati dan bersantai didalam ruang penumpang salah satu kapal ferry
Gambar 5. Mercusuar Pelabuhan Tanjung Kalian dengan pemandangan pepohonan dan pantai pasir putih

Minggu, 29 April 2018

First Meeting of Local Guides Palembang

Local guides merupakan pengguna yang aktif di dunia daring bernama Google, lebih tepatnya Google Maps. Yaps, google maps adalah salah satu dari sekian banyak produk google yang menjadi andalan para pengguna internet untuk mencari dan menelusuri suatu tempat. Tempat apakah itu? Apapun, bisa gedung bangunan, kantor, tempat wisata, nama jalan, pusat perbelanjaan, taman bermain, sekolah, cafe, tempat nongkrong, toko, dan tempat umum lainnya.

Local guides hadir sebagai suatu unsur pendukung untuk melengkapi data yang ada di GMaps. Local guides bisa menambahkan tempat baru, menambahkan foto atau gambar suatu tempat, memasukkan informasi baru atau tambahan, memberikan ulasan atau review, memberikan rating atau penilaian terhadap suatu tempat. Bisa juga bertanya tentang tempat itu.
 Pict 1. Local Guides berkumpul di BKB
 
Local guides memiliki nilai mulia karena dengan mudahnya dan tulus berbagi sesuatu kepada orang lain dengan cuma-cuma. Yaps, local guides tidak dibayar sama sekali. Yang diperoleh dari local guides adalah kenaikan level yang dimulai dari level 1 hingga 9. Setelah level mulai meningkat dan pencapaian level diatas 5, maka local guides mendapatkan voucher PLN atau voucher grab. Lumayan kan...

Nah.. Pada postingan kali ini, saya akan berbagi cerita tentang pertemuan pertama atau first meeting bagi local guides pertama di Kota Palembang. Ide ini diusung oleh mbak Ida Fitriana, local guides asal Palembang yang bolak-balik Palembang-Bandung. Selain itu, mbak Ida bekerja sebagai pengusaha kain nih, lumayan kan dapet sponsor kaos I love Palembang. Hehehe
Pict 2. Serunya isi  weekend dengan hal yang bermanfaat
 
Pertemuan ini diadakan di meeting point Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang pada pagi Sabtu yang lalu. Sekitar 25 orang hadir dan datang dari berbagai latar belakang dan umur. Local guides ada yang bekerja sebagai pegawai di perusahaan, karyawan di dinas, mahasiswa dan ibu rumah tangga. Local guides ini juga dari berbagai level, mulai dari level 1 hingga level 8. Daebak! Ada yang level 8, aku aja baru naik 5 haha. Because if this is our first meeting, maka kami berkenalan agar lebih akrab satu sama lain. Setelah itu, mbak Ida memberikan pengarahan tentang kegiatan yang akan dilakukan.
Pict 3. Foto bersama sambil loncat didepan BKB

Local guides diajak berkeliling di sekitar sungai Musi, mengambil gambar dan berfoto ria. Kami ke pelataran BKB, museum SMB II, dan menaiki perahu menyusuri sungai Musi. Local guides suka jalan-jalan jadi pantang kalo diajak keliling hehe. Walau hari semakin siang dan panas, walau berjalan kaki kesana kemari, tidak menyurutkan semangat para local guides.
Pict 4. Naik ketek (perahu) diatas Sungai Musi (Foto by Surahman)

Mbak Ida dengan senang hati menunjukkan permainan usulan dari Google nih, namanya Inggres. Game online ini telah hadir jauh sebelum Pokemon Go. Game-nya mirip Pokemon Go, namun dia bisa menangkap dan merekam data tugu, bangunan, gerbang, pintu masuk suatu bangunan. Misal nih di sekitar sungai Musi ada Jembatan Ampera, nah jembatan Ampera bisa dimasukkan ke dalam game itu. Untuk lebih jelasnya, buruan download di Google Play ya dan langsung buat akun kamu.