Langsung ke konten utama

My NOTES (1)

Hari ini aku melihat jadwal mengajar dosen pembimbing dua-ku, kira-kira jam 10 bapak tak lagi mengajar, maka di waktu itulah aku menunggu di dekat ruangannya. Satu jam berlalu, bapak tak juga datang. Aku belajar sabar dalam penantian. Menunggu tanpa melakukan sesuatu memang sangat membosankan. Memanfaatkan fasilitas internet gratis, aku membuka media sosial di telepon selulerku. Dan... seorang sahabat menghampiriku dan mengatakan bahwa orang yang ku tunggu sedang ada di Jakarta. Ya Allah... aku pulang.
======

Perpustakaan. Kau tahu? Memang sedari aku kecil, aku sangat suka membaca. Buku pelajaran Bahasa Indonesia yang didalamnya terdapat cerpen, habis semua aku baca sebelum guru mengulasnya di sekolah. Membaca membuat aku ketagihan, selalu penasaran apa yang akan terjadi pada tokoh utama dalam cerita. rasa ingin tahu menjalar dalam otakku akan sesuatu, apalagi hal yang baru. Disini, dipojok perpustakaan kota Pangkalpinang, aku duduk dengan hati luas. Betapa menyenangkan berkumpul diantara buku-buku. Telusuri saja rak-rak buku berdebu, baca judulnya, yang menarik aku tarik diantara buku-buku. Pilih tempat duduk untuk membaca yang disukai, lalu tenggelamlah dalam lautan kata. Karena buku mengajarkan kita bahwa belajar itu sejati, abadi dan tak pernah henti.


*Amalia Nina Purwari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirik lagu "Ngumpul-ngumpul" lagu khas Bangka

Ngumpul-ngumpul sipak ungket di Girimaya Nek gi jalan nek gi mancing ke Pasir Padi Nari-nari nyanyi-nyanyi parai tenggiri Pilih bae ape nek e semuen ge ade **Banyak miak banyak bujang dr lah mane Bujang baru miak baru datang gi namu Ayo kawan kite sambut S'pintu Sedulang Adat negri sampai kini die lestari   Reff :  Cuma jgn ki lupa sopan santun dijage Dak kawa urang ngate ki gile Kite jage besame semboyan negri kite Berteman bersih tertib & aman  Ngumpul-ngumpul sekeluarga gi ke Pemali Kite mandi ayik anget badan ge seger Renyek nginep hawa seger gi ke Menumbing Dulu suah pale kite nginep disini Back to **

Resensi Novel Tenun Biru karya Ugi Agustono J.

Judul Resensi : Terjun menuju Ragam Daerah dan Budaya di Indonesia Identitas Buku Judul buku            : Tenun Biru Pengarang             : Ugi Agustono J. Penerbit                 : Nuansa Cendikia Alamat penerbit    : Komplek Sukup Baru No. 23 Ujungberung Kota terbit             : Bandung Jumlah halaman    : 362 halaman Ukuran                  : 14,5 x 21 x 2 cm Cetakan I              : November 2012 Harga                    : Rp. 50.000,- Ugi Agustono J. (Ugi J.) alumnus STIE Perbanas Surabaya jurusan Akuntansi ini memiliki tradisi otodidak dalam urusan membaca dan kemauan luar biasa besar menulis beragam karya, dari ilmiah hingga karya fiksi. Dulu ia suka menulis naskah untuk program pendidikan SD, SMP & SMA—meliputi pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah dan Matematika. Karya fiksi sebelumnya yang sudah terbit adalah novel Anakluh Berwajah Bumi yang diterbitkan oleh Gramedia-Kompas 2010. Ratna terlahir dari keluarga mampu, punya pendidik

Pengalaman Pertama Naik Kapal Ferry

Setiap diri dari kita pastilah pernah melakukan suatu perjalanan, baik itu dalam jarak yang dekat maupun jauh. Baik dilakukan dengan sendiri atau beramai-ramai. Setiap dari perjalanan itu memiliki suka dan duka masing-masing. Aku, sejak dilahirkan hingga kini menginjak usia dewasa, sudah beberapa kali melakukan perjalanan.  Enam tahun yang lalu, saat masa-masa kegalauan dan penuh ketidakpastian. Senja itu, aku duduk didepan seperangkat komputer di sebuah warnet, hendak mengecek pengumuman SNMPTN. Pukul lima sore katanya sudah bisa diakses, jadilah aku memasukkan nomor pendaftaran dan kabar bahagia itu datang. Aku diterima di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia dengan jalur beasiswa. Tidak di kota aku dibesarkan, melainkan di pulau seberang. Bukan. Bukan pulau Jawa! Melainkan pulau yang kaya dan terkenal penghasilan sumber daya alamnya berupa timah. Itu adalah pulau Bangka Belitung. Berbekal pengumuman dan sejumlah berkas persyaratan yang dibutuhkan